Laki-laki Pilihan

Minggu, 15 JUL, 14:30

Rabu, 18 JULI, 17:00

Donasi Rp20.000

H. Anwar, bekas pejuang kemerdekaan, adalah tokoh yang dihormati lingkungan/paguyubannya, karena berhasil dalam "bisnis" yang sukar dipisahkan antara yang "kotor" dan yang "halal". Dia akan membantu anggota-anggota "paguyubannya" yang minta tolong, tapi juga menuntut imbalan dari mereka yang berpunya. Dengan bantuan penasehat hukumnya, anak angkatnya, Deden Atmawijaya SH (Ami Prijono), H. Anwar mulai membangun usaha bersih yang tidak melanggar hukum. Usaha ini dikacaukan oleh seorang anak angkatnya, Piet (Frank Rorimpandey) yang ingin bisnis ganja dan morfin. Sementara putra sulungnya, Akiel (Dicky Zulkarnain) yang diharapkan bisa mengganti kedudukannya, masih brangasan dan senang menggunakan kekerasan. Karena itu pilihannya jatuh pada putra lainnya, Mochtar (Dadi Djaja), yang sebetulnya ingin lepas dalam urusan "bisnis" ayahnya. Tapi dengan bekal --atau mungkin juga beban-- kewajiban bertindak sebagai laki-laki, Mochtar pun lambat laun terseret untuk harus membuat keputusan-keputusan besar juga demi membantu keluarganya.

 

Penggemar film akan sangat mudah mengenali plot ini sebagai adaptasi --yang entah resmi atau tidak-- dari "The Godfather". Yang membuat film ini menarik, Nico Pelamonia berhasil membuat kisahnya ter-Indonesia-kan, khususnya ke sisi abu-abu budaya Betawi dan Banten. Gangster abu-abu yang kita percaya bisa terjadi di Indonesia, dan akrab dengan kita. Penyiasatan lain yang menarik adalah, dalam konteks Orde Baru, film ini (terpaksa) tetap menjadikan sosok negara sebagai penaung yang tak boleh tersentuh noda, mengatasi semua intrik di dalamnya.

 

 

Sutradara Nico Pelamonia | Pemeran Nico Pelamonia, Dicky Zulkarnaen, Ami Prijono, Frank Rorimpandey, Dadi Djaja, Tina Melinda, Camelia Malik, Mila Karmila, Rina Hassim, Ruslan Basrie, Tiar Muslim, Achmad Albar, Kris Biantoro | Tahun 1973 | Durasi 106 menit | Jenis Fiksi | Negara Indonesia | Bahasa Indonesia | Klasifikasi Usia 15+

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Diskusi "Berani karena Boleh: Film B Indonesia dan pendekatan New Cinema History"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts
Please reload