Kereta Api Terakhir

Jumat, 24 AGT, 20:30

Donasi SUKARELA

Perjanjian Linggarjati yang gagal dan dilanggar sendiri oleh Belanda membuat republik terdesak. Letnan Firman, Letnan Sudadi, serta Sersan Tobing ditugaskan oleh Kolonel Cokronegoro mengawal pemindahan seluruh kereta api dari berbagai wilayah kePurwokerto dan kemudian lanjut ke ibukota republik di Jogjakarta. Rakyat yang kebingungan dan khawatir dengan rumor bahwa Belanda sudah merangsek masuk menduduki kota membuat mereka berdesakan ke gerbong-gerbong, sehingga pemindahan kereta api berjalan tidak mudah. Belum lagi berbagai kesulitan di perjalanan mulai dari rel yang putus, dan tentunya serangan-serangan udara yang dilancarkan serdadu Belanda. Di sisi lain, terdapat juga kisah cinta antara Letnan Firman dengan Retno, adik dari Kapten Pudjo bawahan Kolonel Gatot Subroto. Tak disangka, Letnan Firman kemudian bertemu dengan perempuan yang sangat mirip dan bernama Retno juga di atas kereta. Berbagai kisah ini diramu menjadi sebuah kisah perjuangan yang menarik dan berbeda, tidak ‘text book’ layaknya membaca pelajaran sejarah kemerdekaan yang diajarkan di bangku sekolah.

 

Film ini mengetengahkan kisah para pejuang dan jasa para petugas dari Perusahaan Jawatan Kereta Api atau PJKA dalam revolusi kemerdekaan. Diangkat dari novel karya Pandir Kelana. Kereta Api Terakhir adalah produksi kerjasama antara Perusahaan Produksi Film Negara atau PPFN dengan PJKA.

 

 

Sutradara Mochtar Soemodimedjo | Pemeran Rizawan Gayo, Pupung Harris, Bangun Sugito, Soendjoto Adibroto, Deddy Sutomo | Tahun 1981 | Durasi 170 menit | Jenis Fiksi | Negara Indonesia | Bahasa Indonesia | Klasifikasi Usia 15+

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Diskusi "Berani karena Boleh: Film B Indonesia dan pendekatan New Cinema History"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts
Please reload