Seputih Hatinya Semerah Bibirnya

Selasa, 11 DES, 17:00

Sabtu, 15 DES, 14:30

Donasi Rp20.000

Bapak dan ibu Pahala Simbolon senang ketika bisa berkumpul dan makan bersama dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Maklum, rumah bapak dan ibu hanya ditempati mereka dan seorang anak perempuan bernama Bungalan. Namun kebahagiaan orang tua ini harus terkoyak ketika ibu khawatir mengapa Binsar, salah seorang anaknya, tak kunjung datang. Binsar sungkan bertemu keluarga karena dia terburu-buru menikahi pacarnya yang hamil di luar nikah. Groga, anak kedua yang tampil paling sukses sebagai pengusaha di antara saudara-saudaranya bersikap keras mengenai hal ini. Bungalan menjadi pereda. Namun sang ibu pun khawatir terhadap Bungalan, takut ditinggal kawin olehnya dan rumah menjadi bertambah sepi. Di sisi lain, ibu juga menderita penyakit. Bungalan (yang juga mahasiswi psikologi) berkesimpulan bahwa penyakit ibu disebabkan masalah psikis. Bersama dengan pacarnya, Radityo, mereka membawa ibu ke tanah Batak, mencoba menggali masa lalunya. Seraya berharap sang ibu bisa segera pulih.

 

Sebuah film karya aktor dan sutradara kawakan Slamet Rahardjo. Menzano, aktor senior yang berperan sebagai ayah, mendapat unggulan sebagai Pemeran Pendukung Pria Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia 1981.

 

 

Sutradara Slamet Rahardjo | Pemeran Christine Hakim, August Melasz, Menzano, Marlia Hardi, Frans Tumbuan | Tahun 1980 | Durasi 120 menit | Jenis Fiksi | Negara Indonesia | Bahasa Indonesia | Format Digital | Klasifikasi Usia 15+

 

 

 

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Diskusi "Berani karena Boleh: Film B Indonesia dan pendekatan New Cinema History"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts
Please reload