BISING // Bising: Noise & Experimental Music in Indonesia

 

Sabtu, 22 Juni, 14.30 

 

 

Donasi Rp20.000

Selama tahun 2010-2014, sutradara Adythia Utama mendokumentasikan kebisingan skena musik noise di Jakarta, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, hingga Tokyo, sebagai bentuk pencarian dan penemuan makna dalam pendekatan dan proses eksperimentasi artistik yang dilalui oleh para pelaku musik dan pegiat skenanya. Indonesia sendiri merupakan negara pemilik andil terbesar dalam skena musik independen dan ekstrim di Asia Tenggara, yang sudah mulai bermunculan sejak pertengahan tahun 1990-an.

 

 

Official selection dalam festival

Lausanne Underground Film & Music Festival 2014 (Lausanne/Switzerland)

Dokumentarnog Rock Filma 2015 (Vinkovci/Croatia)

Asian Meeting Festival 2015 (Tokyo/Japan)

Festival Bo:m 2015 (Seoul/South Korea)

International Documentary and Short Film Festival of Kerala (Kerala/India)

The Thirteenth and The Last Experimental International Film Festival (Sydney/Australia)

Grossmann 11 (Ljutomer/Slovenia)

All Ears Festival 2016 (Oslo/Norway)RVLT Festival (Rotterdam/Netherlands

)CTM FESTIVAL (Berlin/Germany)

Naladeva Film Festival 2019 (Samarinda/Indonesia)

 

 

Tahun produksi 2014

Sutradara Adythia Utama

Durasi 67 menit

Klasifikasi Usia 15+

Format Digital

Bahasa Indonesia

Subteks Inggris

Jenis Dokumenter

Negara Indonesia

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Diskusi "Berani karena Boleh: Film B Indonesia dan pendekatan New Cinema History"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts
Please reload

Copyright © 2017 / kineforum

Taman Ismail Marzuki
(Belakang Galeri Cipta 3)
Jl. Cikini Raya 73, Jakarta Pusat 10330
Indonesia

Program dari

  • White Facebook Icon
  • White Twitter Icon
  • White YouTube Icon
  • White Instagram Icon