3 Doa 3 Cinta

Minggu, 27 MEI, 16:00

Donasi Rp20.000

Huda (Nicholas Saputra), Rian (Yoga Pratama) dan Syahid (Yoga Bagus Satatagama) adalah tiga santri remaja dari pesantren kota kecil di Jawa Tengah. Masing-masing punya rencana setelah lulus dari pesantren dan SMA sebulan lagi. Mereka memiliki sebuah lokasi rahasia, sebuah dinding tua di belakang pesantren, di mana mereka menuliskan harapan-harapan mereka. Huda berencana mencari ibunya yang berada di suatu tempat di Jakarta. Rian mendapat kado kamera video dari ibunya dan mulai terobsesi melihat dunia baru dari balik viewfinder. Syahid berasal dari keluarga miskin. Situasi sosial dan psikologis membuatnya bergabung dengan kelompok Islam garis keras yang berada di luar pesantren.

 

Dalam konteks dinamis pasca Orde Baru, film ini menyajikan kehidupan pesantren dan sisi lain keberagamaan umat Islam yang jarang diketahui orang dari luar kompleks. Dengan kisah latar belakang berupa Islam yang makin menarik perhatian dunia, 3 Doa 3 Cinta menunjukkan persoalan dan budaya pesantren yang tak kalah dinamis dan punya kegelisahannya sendiri. Latar belakang pesantren Nurman Hakim membuat penyajian ini terasa dekat dan intim.

 

Huda (Nicholas Saputra), Rian (Yoga Pratama) and Syahid (Yoga Bagus Satatagama) are students in an Islamic boarding school in a Central Javanese quiet small town. They respectively have their own dreams after finishing school, and kept their written dreams inside an old wall behind the compound. Huda wanted to find his missing mother. Rian found a new world through the lenses of a camera, and Syahid, forced by social and psychological circumstances, was joining a cult of Islamic hardliners.

 

Set in post-authoritarian Indonesia, the film portrayed a life behind pesantren’s walls as a previously unseen aspects of Indonesian Muslims. While Islam itself is gaining attention on a global scale, for better or worse, the film gained insight into pesantren’s life, ripe with its own fears and desires. Graduated from a pesantren himself, Nurman Hakim managed to give us an intimate look of life inside the compound.

 

 

Sutradara Nurman Hakim | Pemeran Nicholas Saputra, Yoga Pratama, Dian Sastrowardoyo | Tahun 2008 | Durasi 110 menit | Jenis Fiksi | Negara Indonesia | Bahasa Indonesia | Subteks Bahasa Inggris | Format Digital | Klasifikasi Usia 15+ 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Kompilasi Film Pendek "Perspektif Berbeda mengenai Aceh"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts
Please reload