Ai Weiwei: The Fake Case

Setelah ditahan selama 81 hari pada 2011, seniman Ai Weiwei dinyatakan sebagai tahanan rumah. Kamera kita mengikuti kehidupannya di masa itu, dan mengamati sendiri apa dampak dari penahanan dan penindasan di level individu. Sungguhpun begitu, Ai Weiwei tidak menyerah. Meskipun semua orang khawatir akan masa depannya, Ai Weiwei membuat karya-karya seni baru yang lalu diselundupkan keluar negeri, membuktikan sendiri bahwa gagasan tidak dapat dipenjara.

--

Following an 81 days of solitary detention at 2011, artist Ai Weiwei is then put under house arrest. The film follows his struggling daily life, as well as observing the effects of a persecution on an individual level. Even so, Ai Weiwei does not surrender. Despite everyone’s worries, Ai Weiwei keep creating new artworks to be smuggled out of the country, in the process proving that ideas cannot be contained.

 

Sutradara Andreas Johnsen | Negara Denmark, Cina, Inggris | Jenis Dokumenter | Tahun 2013 | Durasi 86 menit | Bahasa Mandarin, Inggris | Subteks Bahasa Inggris | Format Digital | Klasifikasi Usia 15+

 

Materi penayangan dari koleksi Embassy of Denmark, Indonesia.

Penghargaan

  • Pemenang | Best Film Unipol Award, Biografilm Festival 2014, Bologna, Italia

  • Pemenang | Best Documentary, Bodil Awards 2014, Copenhagen, Denmark

 

Festival

  • In Competition | Best Documentary, Robert Festival 2014, Copenhagen, Denmark

  • Official Selection | Hot Docs Canadian International Documentary Festival 2014, Toronto, Canada

  • Official Selection | International Documentary Film Festival 2014, Amsterdam, Belanda

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Kompilasi Film Pendek "Perspektif Berbeda mengenai Aceh"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts
Please reload