Catatan Harian Si Boy

Nuke, kekasih lama Boy yang telah lama terpisahkan, kini terbaring menjelang maut sambil memegang buku harian milik Boy. Putri Nuke, Tasha (Carissa Putri), ingin memenuhi keinginan ibunya untuk kembali bertemu lagi dengan Boy, meskipun hanya sekali dan terakhir kali. Perjalanan Tasha membawanya bertemu Satrio (Ario Bayu), yang seakan-akan gambaran Boy masa kini: baik hati, aktif, setia dan sesuai dengan semangat zaman, berjiwa pemberontak. Berdua, melalui petualangan beraroma cemburu, pengkhianatan dan kesetiakawanan, mereka bertekad menemukan sosok Boy.

--

The universe of idealized Boy character continues in this new take on “being Boy” in current times. Nuke, Boy’s long lost lover is now hospitalized and has a single wish to be with Boy once again before she kicks the bucket. Tasha (Carissa Putri), Nuke’s daughter, wishes to fulfill her dying mother’s dream using Boy’s diary to track his whereabout. She encounters Satrio (Ario Bayu), a rebellious, kind-hearted and loyal young man, not unlike Boy back in the days. Cruising through jealousy, betrayal and friendship, they strive to find the ever-legendary Boy.

 

Sutradara Putrama Tuta | Pemeran Ario Bayu, Carissa Puteri | Negara Indonesia | Jenis Fiksi | Tahun 2011 | Durasi 96 menit | Bahasa Indonesia | Format Digital | Klasifikasi Usia 18+ 

 

Still photo © Eriek Juragan

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Diskusi "Berani karena Boleh: Film B Indonesia dan pendekatan New Cinema History"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts
Please reload