Cities of Sleep

Cities of Sleep membawa kita ke dalam dunia tersembunyi komunitas tempat tidur liar, termasuk dunia “mafia tempat tidur” di Delhi, di mana ruang untuk tidur bisa menjadi komoditas yang menentukan hidup dan mati. Film ini mengikuti perjalanan dua orang, Shakeel dan Ranjeet, masing-masing mewakili konsumen dan penyedia jasa dalam dunia bisnis tempat tidur ini. Bagaimanapun, bahkan dalam semesta yang sempit ini, orang tetap dapat menemukan makna. Termasuk makna hidup.

--

‘Cities of Sleep’ takes us into a heady world of insurgent sleeper’s communities as well as the infamous ‘sleep mafia’ in Delhi where just securing a safe sleeping spot often becomes a question of life and death for a large number of people.The film trails the lives of two individuals, Shakeel and Ranjeet, each representing the consumer and the provider of this world of “sleep commodization”. Nevertheless, even inside this shady world of space-shortage, one can casually find ingenious ways to derive meaning. Yes, even of life.

 

Sutradara Shaunak Sen | Negara India | Jenis Dokumenter | Tahun 2015 | Durasi 74 menit | Bahasa India | Subteks Bahasa Inggris | Format Digital | Klasifikasi Usia 15+

Penghargaan

  • Pemenang | Merit Prize of Asian Vision Competition | Taiwan International Documentary Festival 2016, Taiwan

Festival

  • Official Selection | River to River Florence Indian Film Festival 2016, Florencia, Italia

  • In Competition | Festival Of Southasian Documentaries 2015, Kathmandu, Nepal

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Diskusi "Berani karena Boleh: Film B Indonesia dan pendekatan New Cinema History"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts
Please reload