Eliana, Eliana

Senin, 15 JAN, 19:30

Rabu, 24 JAN, 19:30

 

Donasi Rp20.000

Bertahun-tahun yang lalu, Eliana melarikan diri dari pernikahannya yang diatur adat di Sumatera Barat, lalu menjalani hidup mandiri dan terasing di Jakarta. Hari ini, ibunya datang untuk mengajaknya pulang. Marah dan malu sudah lama berlalu, meskipun masih terpendam dalam sekam masing-masing. Dalam satu malam, mereka mengarungi Jakarta demi mencari teman Eliana yang hilang, sekaligus sebagai kesempatan Eliana membuktikan diri. Jakarta telah memisahkan dan mengasingkan banyak orang. Tetapi apakah kota ini juga bisa menyambungkan yang telah lama putus, meskipun dengan rasa yang berbeda?

 

Film ini merupakan eksplorasi Riri Riza terhadap medium sinema di ranah yang lebih personal, setelah sebelumnya sukses dengan Petualangan Sherina (1999), dan juga merupakan bagian dari gerakan I Sinema yang kala itu menjadi ikrar para filmmaker muda untuk mendobrak kebekuan tradisi dalam sinema Indonesia. Memenangi berbagai penghargaan, antara lain Best Young Cinema dan NETPAC/FIPRESCI Award di Singapore International Film Festival 2002, Special Mention dari Dragons and Tigers Awards di Vancouver International Film Festival 2002, Best Actress untuk Jajang C. Noer di Cinemaya Festival of Asian Cinema 2002, dan Piala Citra untuk Skenario Terbaik di Festival Film Indonesia 2004.

--

Years ago, Eliana ran away from her arranged wedding and her hometown in West Sumatera, effectively shaming her family. And this evening, after kicked out of a job, Eliana came home to find her mother on her doorstep, determined to bring her home. The rage had passed, but the shame and bitterness might still linger. In a single night, they cruise around the city —supposedly to find Eliana’s missing housemate, but also a rare opportunity for them both to be heard by each other. The city had alienated many people, but perhaps, tonight, it can reconcile at least two long lost souls, even with different taste and understanding.

 

Eliana, Eliana was Riri Riza’s personal exploration on the cinema after succeeding with his kid-adventure family movie "Petualangan Sherina" (1999). This film was also part of I Sinema, a movement formed by young filmmakers at the time to break apart from what was perceived as staleness in Indonesian cinema scenes. It won Best Young Cinema dan NETPAC/FIPRESCI Award in Singapore International Film Festival 2002, Special Mention dan Dragons and Tigers Awards in Vancouver International Film Festival 2002, Best Actress for Jajang C. Noer in Cinemaya Festival of Asian Cinema 2002, and Citra Award for Best Screenplay in 2004 Indonesian Film Festival.

 

Sutradara Riri Riza | Pemeran Jajang C Noer, Rachel Maryam | Tahun 2002 | Durasi 105 menit | Jenis Fiksi | Negara Indonesia | Bahasa Indonesia | Format 35mm | Klasifikasi Usia 15+

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Diskusi "Berani karena Boleh: Film B Indonesia dan pendekatan New Cinema History"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts
Please reload