"Film Kini" // "Cinema Now"

Senin, 9 APR, 17:00

Selasa, 17 APR, 17:00

 

Donasi Rp20.000

LOVE IN CINEMA

Sebuah momen seorang pria tua di bioskop tertua di Yangon, merefleksikan masa kerjanya di bioskop ini dan merindukan istrinya yang telah tiada.

 

A moment when an old man sat in the oldest cinema theatre in Yangon. He reminisces his tenure in this theatre, while missing his late wife.

 

Sutradara Swan Yaung Ni | Tahun 2016 | Durasi 18 menit | Jenis Dokumenter | Negara Myanmar | Bahasa Myanmar | Subteks Bahasa Inggris | Format Digital | Klasifikasi Usia 15+

 

 

GETTING LAO'D

Setelah 25 tahun terdiam, industri film dan musik indie Laos mulai bangkit. Dibuat selama 10 tahun, pembuat film ini mengikuti beberapa anak muda yang mempelopori terbentuknya kembali wajah baru Laos sebagai negara komunis. Film ini menampilkan banyak pemusik dan pembuat film paling menonjol di negara ini, dan mungkin inilah dokumenter paling komprehensif tentang lanskap media di Laos. Banyak negara tetangga di Asia Tenggara memiliki industri musik dan film yang hidup. Berbeda dengan Laos yang tetap diselimuti misteri karena kendala geografis daratan tertutup dan lingkungan politik yang ketat. Film dokumenter ini memberikan kesempatan yang sangat langka untuk menyaksikan bagaimana generasi muda memberi landasan yang baru pada titik tumpu budaya - ini adalah cerita tentang sebuah negara kecil dengan hati yang besar.

 

After 25 years of silence, Laos' industry of indie-music and film reawakes. Filmed over 10 years, the documentary follows a new generation of young pioneers as they re-imagine Laos' image as a communist country. The film features many of the country's most prominent musicians and filmmakers, and is perhaps the most comprehensive examination of the media landscape in Laos. Most of their neighboring countries in Southeast Asia have vibrant music and film industries. Yet in Laos, these industries are shrouded in mystery due to its land-locked geography and restrictive political environment. This documentary provides an extremely rare look at a new generation that tipped the cultural fulcrum – it is a story about a small country with a big heart.

 

Sutradara Steve Arounsack | Tahun 2017 | Durasi 40 menit | Jenis Dokumenter | Negara Laos | Bahasa Laos | Subteks Bahasa Inggris | Format Digital | Klasifikasi Usia 15+

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Diskusi "Berani karena Boleh: Film B Indonesia dan pendekatan New Cinema History"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts
Please reload