Ini Kisah Tiga Dara

Sejak Ibu meninggal dunia, Tiga Dara --Gendis (Shanty Paredes), Ella (Tara Basro) dan Bebe (Tatyana Akman) diboyong ayah mereka ke timur Flores, ke sebuah kota kecil di tepi pantai. Mereka membangun sebuah butik hotel cantik, melanjutkan cita-cita sang ibu. Oma (Titiek Puspa) sering khawatir demi melihat cucu-cucunya, terutama Gendis si sulung yang belum memiliki pasangan. Oma hampir frustasi karena tak satu lelaki pun berhasil dijodohkan dengan cucunya. Menjelang grand opening, hotel kedatangan banyak tamu, termasuk seorang pengusaha muda, mapan, berdarah Sunda-Flores bernama Yudha (Rio Dewanto). Karakteristik Yudha sempurna bagi Oma dan tentu saja Oma memprioritaskan Gendis, cucu pertamanya, untuk dijodohkan dengan Yudha. Di saat yang bersamaan, Ella melihat Yudha juga sebagai sosok ideal untuk dijadikan suami. Apalagi, Gendis kakaknya, begitu keras dan tidak responsif terhadap tuntutan Oma. Ella pun menjalankan strateginya untuk bisa membelokkan perhatian Yudha dari kakaknya sendiri.

--

Since their mother passed away, three sisters, Gendis (Shanty Paredes), Ella (Tara Basro) and Bebe (Tatyana Akman) were brought to Flores by their father, and run a boutique their late mother used to dreamt. Oma (Titiek Puspa), their grandmother, worries that her jewels have not found their love still, especially Gendis the firstborn. No suitor ever had managed to grab their hearts. Approaching the boutique’s grand opening, a handsome businessman named Yudha (Rio Dewanto) shows up. Oma considers him as the perfect suitor for Gendis. Meanwhile, Ella thinks similar about Yudha, but in her case, for herself. Seeing that Gendis doesn’t seem interested anyway, Ella starts to lure Yudha for herself.

 

Sutradara Nia Dinata | Pemeran Shanty Paredes, Tara Basro, Tatyana Akman | Negara Indonesia | Jenis Fiksi | Tahun 2016 | Durasi 124 menit | Bahasa Indonesia | Subteks Bahasa Inggris | Format Digital | Klasifikasi Usia 18+ 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Diskusi "Berani karena Boleh: Film B Indonesia dan pendekatan New Cinema History"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts
Please reload