Ketika

Selasa, 12 DES, 17:00
Sabtu,
16 DES, 14:30

 

Donasi Rp20.000

Alkisah, suatu negeri di suatu masa memutuskan untuk menindak koruptor setegas-tegasnya. Ketika korupsi sungguh-sungguh diberantas dan koruptor sungguh-sungguh dimiskinkan, barulah seorang konglomerat seperti Tajir Saldono (Deddy Mizwar) yang terbiasa menikung demi kekayaan, bisa melihat dengan jernih apa sejatinya harta tak halal yang membenamkannya itu. Tajir dan keluarganya yang terbiasa hidup mewah, kini harus berjuang mati-matian hanya untuk mencari nafkah.

 

Film ini termasuk yang menandakan kembalinya ke Deddy Mizwar ke perfilman Indonesia. Diganjar Piala Citra untuk Skenario Terbaik FFI 2005 lewat skenarionya yang ditulis Musfar Yasin.

 

Sutradara Deddy Mizwar | Pemeran Deddy MIzwar, Senandung Nacita, Lydia Kandou | Tahun 2004 | Durasi 113 menit | Jenis Fiksi | Negara Indonesia | Bahasa Indonesia | Format 35mm | Klasifikasi Usia 12+

 

 

Penghargaan

  • Pemenang | Skenario Terbaik (Musfar Yasin), Festival Film Indonesia 2005, Jakarta, Indonesia

  • Pemenang | Pemain Anak yang Mengesankan (M. Dwiky Riza), Festival Film Indonesia 2005, Jakarta, Indonesia

  • Pemenang | Film Tematik Terbaik, Festival Film Indonesia 2005, Jakarta, Indonesia

  • Nomine | Film Terbaik, Festival Film Indonesia 2005, Jakarta, Indonesia

  • Nomine | Aktor Pendukung Terbaik, Festival Film Indonesia 2005, Jakarta, Indonesia

  • Nomine | Editing Terbaik, Festival Film Indonesia 2005, Jakarta, Indonesia

  • Pemenang | Aktor Terpuji (Deddy Mizwar), Festival Film Bandung 2005, Bandung, Indonesia

  • Pemenang | Skenario Terpuji (Musfar Yasin), Festival Film Bandung 2005, Bandung, Indonesia

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Diskusi "Berani karena Boleh: Film B Indonesia dan pendekatan New Cinema History"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts
Please reload