Love and Shukla

Jumat, 12 JAN, 19:30

Minggu, 21 JAN, 17:00

 

Donasi SUKARELA

Shukla merupakan supir bajaj yang lugu dan tidak tahu apa-apa tentang wanita. Shukla bahkan tidak pernah menatapi wanita karena sebagai kasta brahmana dia merasa harus menjaga sikapnya. Pengetahuannya akan wanita hanya sebatas dari film dewasa yang secara rutin ditoton oleh Shukla melalui telpon genggam kecilnya. Shukla akhirnya dijodohkan dengan Lakshmi. Keluguan Shukla ternyata tidak ada apa-apanya dengan istri barunya, Lakshmi, yang bahkan hampir tidak pernah berkata-kata, apalagi beropini. Jauh dari perkiraan Shukla, ternyata kehidupan pernikahan itu tingkat kompleksitasnya tinggi.

 

Sinematografi dari Love and Shukla sengaja memberikan kesan klaustrofobik bagi siapapun yang menontonnya. Sang sutradara, Jatla Siddartha, memang ingin membuat para penonton ikut “tersesak” bersama Shukla dan kehidupan pernikahannya. Namun, dalam sesak itu juga Shukla dan Lakshmi pelan-pelan menemukan satu sama lain. Dalam ajang Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2017 Desember kemarin, Love and Shukla dinilai sebagai film karya sutradara Asia yang berhasil memberikan kontribusi penting terhadap gerakan sinema Asia baru dan untuk itu memenangkan penghargaan NETPAC Awards.

--

Shukla is a naïve rickshaw driver who has zero knowledge about women. Shukla is also a Brahmin, he believes that staring at woman is wrong. Ironically, one of his daily routines is to watch adult film through his 4 inch mobile phone. Eventually, Shukla is set up to marry Lakshmi, a young and shy Indian woman, by his family. Turns out, Shukla naivety is nothing compared to his new wife whose almost never utters a single word, let alone voicing out her opinions. Far from his expectations, Shukla is confronted with the hard truth that marriage life is nowhere near simple.

 

Through cinematography, the director seems to be intentionally giving its audience a claustrophobic feeling. It represents the suffocating feeling endured by the main character, Shukla, in facing the complexity of his marriage. However, amidst the trappings of reality, Shukla and Lakshmi gradually find each other. In the Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2017 last December,  Love and Shukla is deemed as the film by Asian director who shows important contributions to the new Asian cinema movement, thus winning the NETPAC Awards in said festival.

 

Sutradara Jatla Siddartha | Pemeran Shahnawaz Alam, Amol Deshmukh, Ganesh Kumar | Tahun 2017 | Durasi 107 menit | Jenis Fiksi | Negara India | Bahasa Hindi | Subteks Bahasa Inggris | Format Digital | Klasifikasi Usia 15+

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Diskusi "Berani karena Boleh: Film B Indonesia dan pendekatan New Cinema History"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts
Please reload