Marni

Di awal 1980-an, negara melancarkan “Operasi Petrus”, yaitu sebuah operasi gelap di mana aparat negara melakukan pembunuhan tanpa pengadilan atas para kriminal, atas nama ketertiban. Nyatanya operasi itu lebih berfungsi sebagai teror negara. Orang-orang bertato yang dianggap kriminal dijadikan sasaran tanpa pandang bulu. Dalam salah satu insiden, seorang perempuan bernama Marni berusaha keras melindungi suaminya yang tidak bersalah.

--
Back in the early 1980s, the state of Indonesia launched "Operation Petrus"—a covert operation where the apparatus conducted extra-judicial killing in the name of public safety. In reality, it functioned more as a method of state-sanctioned terror, and tattoed men, usually perceived as "freelance-thugs", were targeted indiscriminately. During one such incident, a woman named Marni tries her best to protect her husband, who has done no wrong.

 

Sutradara Kuntz Agus | Pemeran Ajeng Patria Meilisa, Agus Triatmojo | Negara Indonesia | Jenis Fiksi | Tahun 2010 | Durasi 24 menit | Bahasa Indonesia, Jawa | Format Digital | Klasifikasi Usia 15+

Festival

  • In Competition | Nomine Film Pendek Terbaik | Festival Film Indonesia 2010

  • Official Selection | Festival Film Solo 2011, Solo, Indonesia

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Diskusi "Berani karena Boleh: Film B Indonesia dan pendekatan New Cinema History"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts
Please reload

Copyright © 2017 / kineforum

Taman Ismail Marzuki
(Belakang Galeri Cipta 3)
Jl. Cikini Raya 73, Jakarta Pusat 10330
Indonesia

Program dari

  • White Facebook Icon
  • White Twitter Icon
  • White YouTube Icon
  • White Instagram Icon