November 1828

Di tengah Perang Diponegoro yang melanda Jawa, satu kompi pasukan Belanda di bawah pimpinan Kapten De Borst menduduki satu desa dengan tujuan mendapatkan informasi keberadaan Sentot Prawirodirdjo, salah satu panglima Diponegoro. Para perwira Belanda yang terdiri dari blasteran Indo-Belanda, mati-matian berusaha membuktikan diri sebagai Belanda sejati, terlebih Kapten De Borst sendiri. Namun mereka mendapati sebuah masyarakat yang meskipun tampak lembut, ternyata sangat liat untuk ditaklukkan. Sebuah masyarakat yang berpendapat bahwa lebih baik pulau Jawa tenggelam ke dasar lautan sebelum dipenuhi oleh para pengkhianat.

--

In the midst of Java War between Diponegoro and the Dutch, a company of Dutch troops stationed themselves in a village in order to extract information of Sentot Prawirodirdjo’s -a Diponegoro military commander- whereabout. The troops, under command of a mixed-race Captain De Borst is desperately eager to prove themselves as “true Dutches” despite of their mixed-blood. But on the other hand, the villagers -not including the chief- represent a society that is seemingly weak, but resilient enough to resist, and staunchly so, to the point that for them, “it is better to let the island of Java annihilated when it is populated by hypocrites.”

 

Sutradara Teguh Karya | Pemeran Slamet Rahardjo, El Manik, Maruli Sitompul | Negara Indonesia | Jenis Fiksi | Tahun 1978 | Durasi 127 menit | Bahasa Indonesia | Format 35mm | Klasifikasi Usia 15+

Penghargaan

  • Pemenang | Film Cerita Terbaik, Festival Film Indonesia 1979, Indonesia

  • Pemenang | Penyutradaraan Terbaik (Penerima: Teguh Karya), Festival Film Indonesia 1979, Indonesia

  • Pemenang | Tata Kamera Terbaik (Penerima: Tantra Surjadi), Festival Film Indonesia 1979, Indonesia

  • Pemenang | Tata Musik Terbaik (Penerima: Franki Raden, Sardono W Kusumo, Slamet Rahardjo), Festival Film Indonesia 1979, Indonesia

  • Pemenang | Tata Artistik Terbaik (Penerima: Benny Benhardi, Slamet Rahardjo, Dhany Firdaus), Festival Film Indonesia 1979, Indonesia

  • Pemenang | Pemeran Pembantu Pria Terbaik (Penerima: Maruli Sitompul), Festival Film Indonesia 1979, Indonesia

  • Pemenang | Pemeran Utama Pria II, Piala DR AK Gani (Penerima: Tantra Surjadi), Festival Film Indonesia 1979, Indonesia

  • Pemenang | Penyuntingan Terbaik Ke-II, Piala Akademi Sinematografi (Penerima: Tantra Surjadi), Festival Film Indonesia 1979, Indonesia

  • Nomine | Skenario Terbaik, Festival Film Indonesia 1979, Indonesia

  • Nomine | Pemeran Utama Pria Terbaik, Festival Film Indonesia 1979, Indonesia

  • Nomine | Pemeran Pembantu Pria Terbaik, Festival Film Indonesia 1979, Indonesia

  • Nomine | Penyuntingan Terbaik, Festival Film Indonesia 1979, Indonesia

  • Nomine | Tata Suara Terbaik, Festival Film Indonesia 1979, Indonesia

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Diskusi "Berani karena Boleh: Film B Indonesia dan pendekatan New Cinema History"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts
Please reload

Copyright © 2017 / kineforum

Taman Ismail Marzuki
(Belakang Galeri Cipta 3)
Jl. Cikini Raya 73, Jakarta Pusat 10330
Indonesia

Program dari

  • White Facebook Icon
  • White Twitter Icon
  • White YouTube Icon
  • White Instagram Icon