Semua Sudah Dimaafkan Sebab Kita Pernah Bahagia

Rabu, 18 APR, 17:00

Minggu, 22 APR, 17:00

 

Donasi Rp20.000

Film ini bercerita tentang Leon Agusta (1938-2015), penyair, budayawan, dan pekerja teater yang lahir di Sigiran, Danau Maninjau, Sumatra Barat. Karya-karya Leon berakar dari rasa sakit, tragedi, dan pengkhianatan masa lalu, serta saat-saat dalam hidupnya di mana beliau tersentuh oleh cinta. Kerjanya sebagai budayawan dimotori oleh rasa cintanya terhadap tanah kelahirannya serta demi memajukan orang-orang di sekitarnya. Semua Sudah Dimaafkan Sebab Kita Pernah Bahagia mengikuti Paul Agusta; anak bungsu sang penyair itu menceritakan ulang apa yang dia ingat tentang ayahnya, serta menelusuri masa lalu Leon untuk menemukan akar emosi dan luka yang dialami ayahnya untuk lebih mengenal Leon Agusta.

 

The film tells the story of Leon Agusta (1938-2015), a poet, cultural activist, and playwright who was born in Sigiran, Lake ManinJau, West Sumatra. Leon’s craft was fueled by pain of the past from the tragedies, betrayals, and the many instances love has touched his life. His activism was driven by his love of his birthplace and the betterment of others. All Is Forgiven Because We Have Been Happy sees Paul Agusta; the poet's youngest son recounts what he remembers of his father as well as following him to trace back Leon’s early years to find the roots of his passion and pain to further know the complex individual that was his father, Leon Agusta.

 

Sutradara Katia Engel & Paul Agusta | Tahun 2017 | Durasi 90 menit | Jenis Dokumenter | Negara Indonesia | Bahasa Inggris | Subteks Bahasa Inggris | Format Digital | Klasifikasi Usia 15+

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Diskusi "Berani karena Boleh: Film B Indonesia dan pendekatan New Cinema History"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts
Please reload