Seserahan

 

Pernikahan semestinya memang momen terjalinnya cinta dua manusia. Namun ketika ternyata konsep cinta bahkan lebih muda daripada konsep pernikahan itu sendiri, rasanya kita perlu memeriksa ulang, apa yang sesungguhnya dikorbankan dalam ajang perayaannya. Jason Iskandar mengajak kita melihat lagi, bahwa pernikahan modern pun masih menyisakan hasrat kolektif masyarakatnya, yang kadang tak peduli apa perasaan hati individu.
--
Wedding is supposed to celebrate the unity of two souls in love. But when we realize that the concept of love is even younger than the concept of marriage itself, we need to recheck what’s been sacrificed in the supposedly happy ceremony. Jason Iskandar shows us that there’s still something lost, when even the modern marriage still retains the society’s hidden desire to shred individuality.

 

Sutradara Jason Iskandar | Pemeran Anggita Swestiana, Wijil Sinang Purba | Negara Indonesia | Jenis Fiksi | Tahun 2013 | Durasi 11 menit | Bahasa Jawa | Subteks Bahasa Inggris | Format Digital | Klasifikasi Usia 15+

 

Penghargaan

  • Pemenang | Best Short Film |Festival Sinema Prancis 2014, Jakarta, Indonesia

 

Festival

  • Official Selection | Jogja NETPAC Asian Film Festival 2013, Yogyakarta, Indonesia

  • Official Selection | Europe on Screen 2014, Jakarta, Indonesia

  • Official Selection | Festival Film Solo 2014, Solo, Indonesia

  • In Competition | Singapore International Film Festival 2014, Singapura

  • Official Selection |Jakarta International Film Festival 2014, Jakarta, Indonesia

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Diskusi "Berani karena Boleh: Film B Indonesia dan pendekatan New Cinema History"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts
Please reload

Copyright © 2017 / kineforum

Taman Ismail Marzuki
(Belakang Galeri Cipta 3)
Jl. Cikini Raya 73, Jakarta Pusat 10330
Indonesia

Program dari

  • White Facebook Icon
  • White Twitter Icon
  • White YouTube Icon
  • White Instagram Icon