The Borneo Case

Selasa, 12 DES, 19:30

Minggu, 17 DES, 17:00

 

Donasi SUKARELA

Semenjak menjabat, tampaknya menteri negara bagian Serawak memandang seisi hutan, tanah dan bentang alam wilayahnya berkuasa itu sebagai timbunan uang miliknya. Mutang Urud, seorang warga asli Dayak di sana bertekad melawan, sampai merelakan dirinya terbuang dari negerinya. Berbekal informasi dari siaran radio gelap DJ Peter Jaban, rekan setanahairnya yang bernasib sama, Mutang Urud kembali ke Malaysia dan melanjutkan perjuangan membuktikan jejak korupsi Menteri Negara Serawak.

 

Selama lima tahun, para sutradara Erik Pauser dan Dylan Williams mengikuti dan merekam perjuangan untuk mempertahankan hutan, yang lebih dari sekadar timbunan uang, merupakan sebuah tempat hidup. Film ini didedikasikan juga kepada Bruno Manser, sahabat Mutang Urud, seorang berkebangsaan Swiss yang telah menganggap hutan Serawak sebagai rumahnya. Bruno Manser menghilang dan tak pernah ditemukan lagi dalam sebuah ekspedisi.

 

Sutradara Erik Pauser & Dylan Williams | Tahun 2016 | Durasi 78 menit | Jenis Dokumenter | Negara Swedia | Bahasa Melayu, Inggris | Subteks Bahasa Inggris | Format Digital | Klasifikasi Usia 15+

 

Festival

  • In competition | International Film Festival and Forum on Human Rights 2017, Jenewa, Swiss

  • Official Selection | International Documentary Film Festival Amsterdam 2016, Amsterdam, Belanda

  • Official Selection | Environmental Film Festival Australia 2017, Melbourne, Australia

  • Official Selection | Greenmotion Film Festival 2017, Freiburg, Jerman

  • Official Selection | Take One Action Film Festival 2017, Glasgow, Skotlandia

  • Official Selection | Victoria Film Festival 2017, Victoria, Canada

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Diskusi "Berani karena Boleh: Film B Indonesia dan pendekatan New Cinema History"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts
Please reload