Turah

Kerasnya persaingan hidup menyisakan orang-orang kalah di Kampung Tirang. Mereka dijangkiti pesimisme dan diliputi perasaan takut. Terutama kepada Darso, juragan kaya yang telah memberi mereka ‘kehidupan’. Pakel, sarjana penjilat di lingkaran Darso dengan pintar membuat warga kampung makin bergantung, demi memudahkannya terus mengeruk keuntungan. Setitik optimisme dan harapan untuk lepas dari kehidupan tanpa daya hadir pada diri Turah dan Jadag. Peristiwa-peristiwa terjadi, mendorong Turah dan Jadag untuk mulai berpikir dan melawan rasa takut yang sudah akut dan meloloskan diri dari narasi penuh kelicikan. Ini adalah usaha sekuat daya dari mereka, orang-orang di Kampung Tirang, agar mereka tidak lagi menjadi manusia kalah, manusia sisa-sisa.

--

The harsh competition of life has left the people of Kampung Tirang as the defeated. They are plagued by pessimism and overwhelmed with fear, especially towards Darso, the rich boss who has given them ‘life’. Pakel, the sycophantic scholar in Darso’s inner circle deviously manipulates things so that the villagers are remain dependent, in the name of more profits. Specks of optimism and hope to break free from the powerless life are present in Turah and Jadag. Incident after incidents provoke Turah and Jadag to start think, and to fight their acute fear. This is their effort, so that the people of Kampung Tirang will no longer be mere remnants of society.

 

Sutradara Wicaksono Wisnu Legowo | Pemeran Ubaidillah, Slamet Ambari | Negara Indonesia | Jenis Fiksi | Tahun 2016 | Durasi 82 menit | Bahasa Jawa, Indonesia | Subteks Bahasa Indonesia | Format Digital | Klasifikasi Usia 15+

Penghargaan

  • Pemenang | Silver Screen Award, Special Mention | Singapore International Film Festival 2016, Singapore

  • Pemenang | Netpac Award | Jogja Netpac Asian Film Festival  2016, Yogyakarta, Indonesia

  • Pemenang | Geber Award | Jogja Netpac Asian Film Festival  2016, Yogyakarta, Indonesia

 

Festival

  • Official Selection | Bengaluru International Film Festival 2016, Bangalore, India

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Diskusi "Berani karena Boleh: Film B Indonesia dan pendekatan New Cinema History"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts
Please reload

Copyright © 2017 / kineforum

Taman Ismail Marzuki
(Belakang Galeri Cipta 3)
Jl. Cikini Raya 73, Jakarta Pusat 10330
Indonesia

Program dari

  • White Facebook Icon
  • White Twitter Icon
  • White YouTube Icon
  • White Instagram Icon