Gemar Film Pendek #7

Minggu, 27 MEI, 13:00 

Total durasi 71 menit 

Donasi Rp30.000

Mengenang masa lalu bukan berarti membuka luka lama, namun melakukan introspeksi agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama sehingga dapat menjadi lebih baik lagi di masa depan. Dalam menyambut bulan Ramadhan yang suci ini, film-film pendek program Gemar Film Pendek #7 mengajak kita semua mengintrospeksi diri atas peristiwa yang pernah terjadi dan berdampak pada hubungan antar sesama manusia.

 

 

W

Yohanes Theo, 2016, 20 menit

Pada 13 November 1998, ribuan mahasiswa turun ke jalan memprotes agenda Sidang Istimewa MPR, termasuk Wawan, anggota Tim Relawan untuk Kemanusiaan. Ia tewas tertembak. 18 tahun kemudian, aksi payung hitam (Kamisan) memasuki minggu ke 470 dilakukan oleh Ibunda Wawan, Bu Sumarsih. Film W ini dibuat untuk membuka ruang bersuara bagi perjuangan rekonsiliasi keluarga dan Negara yang belum juga usai.

 

Film ini ditayangkan dengan subteks Bahasa Indonesia.
 

 

Tabir

Difizckal Satriatama, 2018, 9 menit

 

Niatan awal seorang Ibu datang secara tiba-tiba dari luar kota adalah untuk mendekatkan diri kepada putranya. Sang Ibu menemukan putranya tidak sendiri. Siapakah perempuan yang menemaninya? Situasi serba canggung dan penuh prasangka kemudian mendorong kedua perempuan ini terlibat dalam percakapan yang tidak biasa.

 

Film ini ditayangkan dengan subteks Bahasa Indonesia.

 

 

 

BuAng

Eugene Panji, 2017, 20 menit

 

Film ini bercerita tentang korban kemanusiaan bulan Mei 1998 dimana ada seorang ibu kehilangan semua anggota keluarganya (suami dan 2 anak perempuannya). Karena peristiwa itu. Ibu ini akhirnya menderita dimensia.

 

Film ini ditayangkan dengan subteks Bahasa Inggris.

 

 

 

 

 

Wei

Samuel Rustandi, 2016, 22 menit

 

Mei, seorang perempuan mualaf keturunan Tionghoa-Indonesia berusaha berdamai dengan ayahnya (pemilik kedai Bak Kut Teh) lewat opor ayam Ramadhan buatannya.

 

Film ini ditayangkan dengan subteks Bahasa Inggris.

 

 

 

 

Gemar Film Pendek adalah program kolaborasi Organisasi boemboe dan kineforum, berupa sebuah program film pendek yang dibuat khusus untuk menjadi bagian dari program bulanan kineforum. Selain pemutaran film-film pendek, program Gemar Film Pendek juga dilengkapi dengan diskusi bersama pembuatnya yang dipandu oleh Organisasi boemboe.

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Diskusi "Berani karena Boleh: Film B Indonesia dan pendekatan New Cinema History"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts
Please reload