Gemar Film Pendek, edisi Sejarah adalah Sekarang 9

Gemar Film Pendek #4 menyajikan empat film bertemakan keluarga yang selain mengesankan, tapi juga menyimpan misteri dan intrik yang berpengaruh bagi kehidupan masa depan.

 

Akar bercerita tentang asal muasal sang pembuat film, di mana mimpi dilupakan dan cinta tidak pernah diucapkan. Lalu, ada pengalaman menakutkan sepasang suami istri saat mendengar sebuah ketokan misterius di tengah malam pada Ketok. Sebuah keluarga tampil dalam Kisah di Hari Minggu: seorang istri yang rajin dan suami yang malas, benarkah gambaran ini? Ngabedahkeun dimulai ketika seorang ayah meninggal dan anak-anaknya berkumpul untuk melakukan tradisi menguruk air kolam ikan. Apa yang mereka temukan di dasar kolam?
 

Dalam Gemar Film Pendek #5, lima film pendek terpilih untuk mengulik kepercayaan, budaya dan fenomena masyarakat, yang mudah terlupakan seiring berjalannya waktu.

 

Mulai dari sebuah Cermin saksi konflik antara anak putus sekolah dengan pelajar yang bolos, dilanjutkan dengan Salah Gaul yang menampilkan macam-macam pendapat tentang fenomena Alay dari berbagai kalangan. Perubahan budaya berkomunikasi pada generasi milenial muncul dalam The Chosen Generation. Fenomena wajib kenakan batu akik bagi PNS Purbalingga lantas menimbulkan perselisihan antara dua siswa SD hadir melalui Ali-ali Setan. Terakhir dikisahkan usaha baru dua orang korban PHK yang hanya bisa berhasil jika banjir datang melalui Errorist of Seasons.

 

Gemar Film Pendek adalah program kolaborasi Organisasi boemboe dan kineforum, berupa sebuah program film pendek yang dibuat khusus untuk menjadi bagian dari program bulanan kineforum. Selain pemutaran film-film pendek, program Gemar Film Pendek juga dilengkapi dengan diskusi bersama pembuatnya yang dipandu oleh Organisasi boemboe.

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Diskusi "Berani karena Boleh: Film B Indonesia dan pendekatan New Cinema History"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts