RUMPUT TETANGGA

 

Ada peribahasa berkata: rumput tetangga terlihat lebih hijau. Tapi bagaimana jika kita bahkan sungkan mengintip apa warna rumput tetangga kita? Jangan-jangan warnanya merah, atau jingga... atau sama saja hijaunya.

 

Kawasan Asia Tenggara adalah kawasan yang unik dan punya kekayaan budaya sendiri. Sejak beberapa tahun terakhir, dunia internasional pun mulai penasaran terhadap film produksi Asia Tenggara sebagai produk budaya dari kawasan tersendiri ini. Tapi apakah kita yang adalah bagian dari kawasan unik ini, paham bahwa kekayaan budaya dan bangsa dari masing-masing negara punya kontribusi tebal terhadap kekayaan kawasan Asia Tenggara? Seberapa banyak kita mengenal tetangga kita? Yang kalau dipikir-pikir, punya kesamaan dan kemiripan dari sisi sejarah, budaya, bahkan iklim dan situasi ekonomi.

 

Sepanjang 6-26 April 2018, kineforum menawarkan kesempatan langka untuk mengintip para tetangga kita. Program RUMPUT TETANGGA hadir dalam 6 segmen, 3 kompilasi film pendek, dan 1 sesi khusus diskusi. Bersama Koordinator Program kineforum, Ifan A. Ismail, 5 programmer tamu (Jonathan Manullang, Lisabona Rahman, Lulu Ratna, Nauval Yazid dan Prima Rusdi), serta berkolaborasi dengan Organisasi boemboe (untuk program film pendek), program kami kali ini menyuguhkan sebuah opsi alternatif yang unik, seunik kawasan di mana kita tumbuh dan tinggal. Selain menghibur, semoga dapat menambah khazanah dan wawasan kita dalam hidup bertetangga.

​​

Salam sinema, dan sampai jumpa di KINEFORUM!

 

Jakarta, 20 Maret 2018

Suryani Liauw

Manajer kineforum

Pengantar dan daftar film per segmen program dapat dilihat dan dibaca dengan mengetuk setiap banner di bawah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Kompilasi Film Pendek "Perspektif Berbeda mengenai Aceh"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts