top of page

Fokus: Djenar Maesa Ayu

Sabtu | 19:30

14*, 21, 28 Januari 2017

Minggu | 17:00

15, 22, 29 Januari 2017

* Pemutaran tanggal 14 JAN akan diikuti dengan sesi tanya jawab bersama sutradara.

Jumat | 17:00

20, 27 Januari 2017

Sabtu | 17:00

21, 28 Januari 2017

Jumat | 19:30

20, 27 Januari 2017

hUSh

hUSh

Djenar Maesa Ayu & Kan Lumé

Pemain Cinta Ramlan | Negara Indonesia, Singapura | Jenis Fiksi | Tahun 2016 | Durasi 71 menit | Bahasa Indonesia, Inggris | Subteks Bahasa Inggris | Format Digital | Klasifikasi Usia 18+


hUSh yang dibintangi Cinta Ramlan, bercerita tentang seorang calon penyanyi dari Bali yang merantau ke Jakarta demi menggapai kesuksesan. Selama perantauannya di Jakarta, Ia menemui berbagai halangan, termasuk dari kekasihnya yang sangat ambisius dan tidak tulus mencintainya. Ia juga menemui perubahan dalam dirinya yang menjadi semakin materialistis dan kehilangan makna persahabatan yang tulus.

--

hUSh starring Cinta Ramlan tells the story of an aspiring singer from Bali who travels to Jakarta to find success. There she encounters the trapping of success: ambitious and insincere boyfriends, materialistic impulses, fast friendhips, sexual encounters. When a breakup causes her extreme heartache, she decides to travel back home to take refuge. Her journey home becomes the foundation for a discussion about all things pertaining to women’s issues.

Pemutaran tanggal 14 JAN akan diikuti dengan sesi tanya jawab bersama sutradara.

Mereka Bilang Saya Monyet!

Djenar Maesa Ayu

Pemain Henidar Amroe, Titi Sjuman | Negara Indonesia | Jenis Fiksi | Tahun 2008 | Durasi 88 menit | Bahasa Indonesia | Subteks Bahasa Inggris | Format Digital | Klasifikasi Usia 18+

Adjeng adalah seorang penulis yang dihantui oleh bayang-bayang masa lalunya. Ia menjalani hidup di dua dunia yang terpisah: sebagai wanita penggila pesta yang agresif bersama teman-temannya, dan sebagai putri yang pasif di depan ibunya. Adjeng meredam agresinya melalui menulis, tetapi keberatan ibunya membuatnya terjebak dalam dilema. Mampukah Adjeng terbebas dari kungkungan ibunya, dan berdamai dengan masa lalunya?

--

Adjeng is a young writer haunted by the shadow of her past. She lives two separate lives as an aggressive party-girl to her lovers and friends, and a passive daughter to her mother. She rids herself of aggression through her writing, yet her mother’s objection creates a dilemma for Adjeng. Can Adjeng break free from the repression of her mother and make peace with her past?

Nay

Djenar Maesa Ayu

Pemain Sha Ine Febriyanti | Negara Indonesia | Jenis Fiksi | Tahun 2015 | Durasi 80 menit | Bahasa Indonesia | Subteks Bahasa Inggris | Format Digital | Klasifikasi Usia 18+


Nay, seorang perempuan yang usianya menginjak pertengahan tiga puluhan tahun mendapati dirinya berbadan dua. Namun dilema yang menghimpitnya berbadan banyak: sejarah muram ibunya dan bersama ibunya, pacar yang limbung sendiri, kesempatan sekaligus tuntutan karir, dan calon bayi, yang semua berkomplot mengaburkan masa depannya. Di sebuah perjalanan malam dalam mobil, Nay harus mengambil keputusan yang paling penting dalam hidupnya. Menjadi calon ibu atau menggugurkan kandungannya. Menyerah pada masa lalu atau menghadapinya..

--

​Nay is a thirty something actress who finds her pregnancy is eleven weeks old already. Between her mother's horrid history with men, her fear that history would repeat itself (on herself); her clueless boyfriend; the unexpected opportunity for an advancement of her career and the fetus getting in the way of that better future. In a single night ride, Nay is faced with a life-changing decision, whether she will deal with her past, or surrender to it.

SAIA

Djenar Maesa Ayu

​Pemain Djenar Maesa Ayu, Harry Dagoe | Negara Indonesia | Jenis Fiksi | Tahun 2009 | Durasi 76 menit | Tanpa Dialog | Format Digital | Klasifikasi Usia 21+


Seorang wanita duduk di sebuah kamar yang jendelanya terbuka, dan menjalani interaksi seksual yang makin mengerikan. Sebuah pertunjukan tubuh yang mengejan, tanpa dialog, dan menantang untuk mengakui tendensi pengintip kita. SAIA memaksa kita duduk di baris terdepan menyaksikan konfrontasi antara penguntit dan yang dikuntit, antara penindas dan korbannya.

--

A girl sits across the open window of a house and goes through an increasingly harrowing sexual encounter with a man. In this dialogue-less tableau of writhing bodies and voyeuristic gazes, SAIA unleashes an uncomfortable front row seat to a confrontation between the stalker and the stalked, the abuser and the abused.

Atas permintaan dari pemilik film, semua penonton diminta menitipkan segala bentuk piranti yang dapat digunakan untuk merekam gambar maupun video kepada kineforum sebelum masuk studio.

Please reload

Mereka Bilang Saya Monyet!
Nay
Saia

Program ini terlaksana berkat kerjasama dengan 

Copyright © 2017 / kineforum

 

Taman Ismail Marzuki

Gd. Trisno Soemardjo, Lantai 4

Jalan Cikini Raya no. 73

Menteng, Jakarta Pusat

Mari bergabung di milis kami!

  • White Facebook Icon
  • White Twitter Icon
  • White YouTube Icon
  • White Instagram Icon

Program dari

DKJ Baru.png
bottom of page