Gemar Film Pendek #10

Minggu, 14 OKT, 14:30 

Total durasi 61 menit 

Donasi Rp30.000

Saling rebut kekuasaan serta eksploitasi pihak yang dianggap lemah sering terjadi dalam hubungan antar manusia. Gemar Film Pendek edisi bulan Oktober ini ingin menelusuri ragam hubungan penuh polemik tersebut sebagai refleksi yang sebenarnya terjadi di sekitar kita. Yuk kita nikmati permainan kuasa antar dua individu dalam ketiga film pendek ini!

 

 

Simbiosis​

Wiranata Tanjaya, 2015, 15 menit

 

Sepasang kakak dan adik yang memiliki hubungan tidak intim, berpetualang mencari harta karun. Sifat Kakak yang kasar membuatnya bersikap dingin terhadap Adik yang berdaya menerima perlakuan tersebut. Perjalanan mereka terasa sangat membosankan, sehingga Adik hanya bisa mengandalkan suara radio untuk memecah keheningan.

 

 

 

 

The Fox Exploits The Tiger's Might​

Lucky Kuswandi, 2015, 24 menit

 

The Fox Exploits the Tiger's Might bercerita tentang dua anak laki-laki pra-remaja yang sedang bergulat dengan seksualitas mereka, serta hubungan antara seks dan kekuasaan, di sebuah kota kecil yang sunyi tempat bercokolnya basis militer. David adalah anak jendral yang sombong dan suka memamerkan kekayaan ayahnya, sementara Aseng datang dari keluarga etnis minoritas pedagang tembakau yang menjual minuman keras selundupan.

 

 

Joko

Suryo Wiyogo, 2017, 22 menit

 

Joko Kemala telah putus sekolah dan bekerja sebagai pengangkut barang di sebuah tempat perbelanjaan untuk menyokong kebutuhan hidupnya dan ayahnya yang buta. Disana ia bertemu Totok Janoko, pemilik toko, yang berkuasa dan mengeksploitasinya secara seksual.

 

 

Gemar Film Pendek adalah program kolaborasi Organisasi boemboe dan kineforum, berupa sebuah program film pendek yang dibuat khusus untuk menjadi bagian dari program bulanan kineforum. Selain pemutaran film-film pendek, program Gemar Film Pendek juga dilengkapi dengan diskusi bersama pembuatnya yang dipandu oleh Organisasi boemboe.

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Diskusi "Berani karena Boleh: Film B Indonesia dan pendekatan New Cinema History"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts
Please reload