FFI SELECTED SHORTS 2019

 

 

 

⁣⁣FFI SELECTED SHORTS

 

Sabtu, 14 DES, 15.00

Minggu, 15 DES, 15.00

 

Donasi Sukarela

 

Lokasi:

Paviliun 28

Jl. Petogogan 1 no. 25

Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Film cerita pendek, atau kerap disebut film pendek saja, perkembangannya tak bisa dipandang sebelah mata. Selain peminatnya yang semakin ramai, banyak sineas film pendek Indonesia yang unjuk kebolehan dalam berkreasi, bahkan menembus ajang atau festival film internasional. Film pendek memiliki keunikan, yakni dalam cara bertutur dan menyampaikan pesan dalam durasi yang relatif lebih singkat dibanding film cerita panjang. Sineas ditantang memanfaatkan media yang singkat itu untuk berkomunikasi secara efektif dengan penonton menggunakan bahasa dan teknik film. Untuk itulah, film pendek seharusnya diapresiasi layaknya film panjang. Festival Film Indonesia, yang setiap tahunnya menganugerahkan Piala Citra kepada para insan perfilman menjadi salah satu showcase film pendek terbaik Indonesia. Saksikanlah 6 film pendek pilihan Kineforum, film-film pendek yang berlaga dalam tahap seleksi dan nominasi ajang supremasi sinema Indonesia. Yang singkat, padat, namun berbobot. Layaknya hidangan, sedikit namun mengenyangkan.

 

 

 

Diary of Cattle

David Darmadi, Lidia Afrilita, 2019, 18 menit

 

 

Setiap paginya, ratusan sapi digiring menuju sebuah situs tempat pembuangan sampah. Disana, mereka menjadikan tempat tersebut rumah mereka; mereka makan, tidur siang, bermain, dan kawin walau harus selalu siaga dari para penggali dan buldoser yang membajak disekitar. Jika tidak berhati-hati, seorang dari mereka bisa saja kehilangan nyawanya, terbunuh oleh mesin-mesin berat atau terperangkap dibawah ton-ton-an sampah. Kendati risiko, praktik ini telah ada selama bertahun-tahun karena pemilik sapi-sapi tersebut tidak harus repot-repot mencari ladang rumput, alih-alih mengandalkan sisa makanan manusia untuk memberi makan mereka.Walau ada sapi yang cukup beruntung karena masih memiliki lumbung untuk kembali di sore hari, beberapa sapi harus menghabiskan malam di tempat pembuangan karena rumah pemilik mereka jauh dari lokasi. Namun, bagaimanapun juga, setiap sapi pemakan sampah ini akan berakhir dengan nasib yang sama: dibawah pisau sang tukang jagal.


 

 

Sunny Side of the Street

Andrew Kose, 2019, 12 menit

 

 

Sunny Side of the Street menceritakan kisah seorang supir truk muda yang tengah mencari istrinya di tengah kericuhan dan huru-hara pada tahun 1998, Jakarta. Di tengah pencariannya, ia bertemu dengan seorang perempuan Indonesia-Tionghoa yang sedang bersembunyi dari massa. Mereka pun berbagi petualangan sepanjang malam itu, berharap dapat kembali kepada keluarga masing-masing. Setelah sebuah perjumpaan menegangkan dengan sekumpulan massa kerusuhan, si supir khawatir akan keselamatan sang istri yang tak terjamin dan meragukan keputusannya untuk membantu perempuan itu.


 

One of Those Murder

Jerry Hadiprojo, 2019, 11 menit

 

 

Seorang laki-laki memiliki kekuatan sihir dengan tangan kirinya. Ia dilarang untuk menggunakan sihir itu di desanya. Ini adalah cerita tentang orang-orang sayap kiri di Indonesia.


 

 

 

 

 

 

 

Bura

Eden Junjung, 2019, 12 menit

 

 

Pada tahap awal transisi politik di tahun 1998, beredar rumor ninja berpakaian hitam yang meneror daerah Tapal Kuda di Jawa Timur. Ninja-ninja ini beroperasi saat malam dan mencincar guru-guru mengaji serta ulama. Para santri pun turut andil dalam menjaga guru mereka saat malam. Di masa-masa yang menegangkan ini, seorang santri meninggalkan tugas jaganya untuk bertemu dengan kekasihnya.


 

 

 

 

 

Tak Ada yang Gila di Kota Ini

Wregas Bhanuteja, 2019, 21 menit

 

 

Saat ini adalah musim liburan. Bos dari sebuah hotel besar memberi perintah pada Marwan dan timnya untuk menyingkirkan orang-orang sakit jiwa dari jalanan kota dan mengasingkan mereka di hutan supaya tidak mengganggu para turis. Alih-alih meninggalkan mereka mati di hutan, Marwan punya rencana lain.


 

 

 

 

Kembalilah dengan Tenang

M. Reza Fahriyansyah, 2018, 25 menit

 

 

Santoso dan Wati dalam keadaan duka karena Agung, anak satu-satunya meninggal dunia secara tiba-tiba. Hal itu membuat Santoso berurusan dengan situasi yang serba terbatas saat mengurus jenazah anaknya.


 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Kompilasi Film Pendek "Perspektif Berbeda mengenai Aceh"

1/10
Please reload

Search By Tags
Please reload

Related Posts